Menurut Para Ahli.com

Kumpulan Artikel Menurut Para Ahli

Olahraga Yang Baik Untuk Ibu Hamil

Olahraga Yang Baik Untuk Ibu Hamil – Cobalah olahraga yang aman agar tubuh tetap fit selama 9 bulan kedepan. Karena sedang hamil, Anda merasa kini saatnya beristirahat panjang selama 9 bulan, begitukah? Tunggu dulu. “Olahraga yang teratur selama kehamilan justru bisa meningkatkan kesehatan jantung, menambah energi, dan mengapa citra diri Anda,” kata Frances Crites, MD, dokter kandungan di Presbyterian Hospital, Dallas.

Mempertahankan tubuh yang sehat juga bisa mengurangi keluhan umum pada ibu hamil, seperti rasa nyeri di punggung bagian bawah. Bahkan bisa juga mempercepat proses melahirkan. Sebelum memulai rutinitas berolahraga, konsultasikan dengan dokter untuk memastikan aktivitas yang Anda pilih itu aman. Jika dokter mengizinkan, cobalah olahraga yang ringan, 30 menit atau lebih, selama 3-4 hari dalam seminggu. Ingat, tujuan Anda adalah menjaga tubuh agar tetap fit seperti masa sebelum hamil, bukan untuk bertanding. Mulailah dengan satu dari tiga aktivitas di bawah ini yang telah disetujui pada dokter.

Olahraga Yang Baik Untuk Ibu Hamil

Jalan kaki

Manfaat bagi Tubuh: Meski selama ini anda tak pernah berolahraga, berjalan cepat di sekitar rumah merupakan awal yang baik. Anda akan merasakan manfaat olahraga kardiovaskular ini tanpa mengalami banyak tekanan di lutut dan pergelangan kaki. Bahkan Anda bisa melakukannya Di mana dan kapan saja selama 9 bulan penuh.

Keamanan Perut: “Karena perut membesar, Anda bisa kehilangan keseimbangan dan koordinasi,” kata Dr. Crites. Cobalah jalan di permukaan yang mulus, waspadai jalan berlubang dan rintangan lain. Jangan lupa mengenakan sneakers. Kaki anda mungkin akan membengkak di trisemester terakhir. Jadi, jika sepatu mulai terasa sempit, ganti dengan sepatu yang lebih besar.

Renang

Manfaat bagi Tubuh: “Ini adalah jenis olahraga ideal selama kehamilan,” kata Baron Atkins, MD, dokter kandungan di Arlington Memorial Hospital Texas. Tidak ada resiko jatuh dengan posisi perut terhantam yang bisa membahayakan bayi anda. Renang memberi kebebasan bergerak tanpa tekanan pada sendi. ” Saya merasa sangat ringan di kolam renang. Padahal saya hamil bayi kembar,” kata Sharon Snyder dari san fransisco, yang sedang hamil empat bulan. Di usia kehamilan sembilan bulan pun masih bisa berenang, berjalan, aerobik, dan menari di dalam air.

Keamanan Perut: Pilih gaya yang membuat Anda nyaman, tidak menimbulkan sakit di leher, tanda, atau otot punggung. Gaya dada misalnya, sebab Anda tak perlu memutar batang tubuh atau perut. Hati-hati saat masuk ke dalam air. Sebaiknya jangan menyelam atau melompat Karena perut akan mengalami tekanan. Hindari kolam yang airnya Hangat sekali, steam room, hot tub, dan sauna, karena bisa menimbulkan panas berlebihan.

Yoga

Manfaat bagi tubuh: Kelas prenatal yoga membantu menjaga kelenturan sendi sendi dan mempertahankan fleksibilitas. ” Selain itu, yoga memperkuat sistem otot, merangsang peredaran darah, dan membuat anda rileks. Anda bisa menerapkan teknik yang anda pelajari agar tetap tenang selama proses melahirkan,” kata Sokna Heathyre Mabin, instruktur yoga di Laughing Lotus, New York City.

Keamanan Perut: Abaikan posisi yoga yang mengganggu keseimbangan tubuh di trisemester kedua hindari posisi tidur terlentang karena rahim Bertambah berat. Posisi tersebut menekan pembuluh darah mayor dan mengurangi aliran darah ke jantung. Dan, hindari stretching yang berlebihan, kata Anne Lang, melatih kebugaran dan penulis Prenatal & Postparfum Training Fan. Wanita hamil memproduksi lebih banyak relaksin, hormon yang meningkatkan fleksibilitas serta mobilitas sendi. Jadi, penting untuk mengetahui sebatas apa yang bisa anda lakukan dan ambil jeda saat melakukan stretching.

Latihan Beban

Manfaat bagi Tubuh: Angkat beban adalah cara yang baik untuk menyiapkan tubuh mengangkat beban berat kelas setelah bayi Anda lahir. Latihan ini juga mengurangi resiko cedera selama kehamilan dengan menguatkan otot-otot di sekeliling sendi.

Keamanan Perut: Kurangi beban hingga separuh dari biasanya. Tapi, tingkatkan frekuensinya. “Mengangkat beban yang terlalu berat bisa mengakibatkan otot menjadi tegang, dan tekanan yang berlebihan bisa membahayakan perut,” kata Dr. Atkinds. Seperti beryoga, jangan berbaring terlentang saat Anda mengangkat beban. Begitu terasa harus menahan nafas, segera kurangnya jumlah beban yang diangkat. Bernafas secara tidak benar bisa meningkatkan tekanan darah dan mengurangi aliran darah ke bayi. Untuk info selengkapnya anda bisa cek artikel kami yaitu Flek Coklat Saat Hamil Muda.

Aman berlatih

Jika mengalami gejala-gejala seperti di bawah ini, kemungkinan anda memberi tekanan terlalu banyak terhadap tubuh. Segera nantikan latihan dan hubungi dokter jika anda mengalami:

– Pendarahan di vagina atau keluar cairan.

– Napas terasa sulit, tidak nyaman, atau ngos-ngosan.

– Jantung berdebar kencang atau terasa sakit di dada.

– Pusing, mual, atau muntah.

– Sakit kepala atau pingsan.

– Suhu tubuh mendadak berubah, tangan berkeringat, atau kepanasan.

– Pergelangan kaki atau betis sakit.

– Gerak janin berkurang.

– Penglihatan kabur.

– Rasa sakit di perut.

loading...